Understanding Indonesian Textile Heritage
Oleh Tim Studio INDIGO
Indonesia punya ratusan tradisi tekstil, dan masing-masing menjawab persoalan yang berbeda: ikat dari Sumba membutuhkan benang diikat dulu sebelum ditenun, sementara batik dari Pekalongan bekerja di atas kain yang sudah jadi.
Di studio kami, tiga keluarga kain paling sering dipakai. Ikat troso dari Jepara memberi corak geometris yang tajam dan cocok untuk potongan bahu tegas. Tenun ikat dari Sumba memberi warna yang dalam karena seratnya dicelup sebelum ditenun. Batik tulis memberi garis yang tidak pernah sama persis antar lembar.
Yang perlu diperhatikan saat membeli: lihat bagian belakang kain. Corak yang sama di dua sisi biasanya tanda tenunan, bukan cetakan. Lalu cek jarak jahitan pada bagian bahu; kain tradisional cenderung melar, jadi penjahit harus mengunci seratnya lebih dulu.
Kami memilih kain berdasarkan bagaimana kain itu jatuh di tubuh, bukan hanya dari coraknya. Sebuah motif bisa terlihat indah di roll namun kaku setelah dijahit menjadi dress.